Thursday, 30 December 2010

2 Pesan Singkat dan 1 panggilan tak terjawab

Hari ini 20 desember 2010 11:38 WIB.
Sekarang lampu di rumahku mati, hal pertama yang aku lakukan adalah mengecek hp, apakah ada sms atau panggilan masuk atau tidak. Aaaa haaaa, Ternyata ada 2 sms masuk, dari Ayank dan Meri (mereka teman yang ku kenal ketika aku menjadi mahasiswi) serta satu panggilan tak terjawab dari Neli (dia juga teman yang ku kenal di kampus). Lantas aku membalas sms mereka dan mengirimkan sebuah pesan untuk Neli, ketiganya memiliki pertanyaan yang setara seputar kerjaan.
Pesan dikirim... Ting.. delivered 2 them...
Setelah sempat smsan sedikit dengan Ayank, aku tiba-tiba terinspirasi untuk menuliskan blog tentang mereka. Ku rindukan mereka, lama sekali rasanya aku tak bertemu dengan mereka, ku rindukan juga masa-masa kuliahku dulu.


Selain berkomunikasi dengan mereka, hal yang dapat kulakukan kalau aku ingat mereka adalah dengan memutar beberapa video saat kami bersama.
Meski hanya menggunakan kamera ponsel ku yang beresolusi rendah dengan pixel dengan ukuran yang tak begitu besar namun hasilnya lumayan.
Ini salah satu video narsisan tanpa editan yang diambil oleh Ole ketika kami (Aku, Ole dan Ririn) makan siang di Sarostin Café di kampusku.




Isinya: aku yang tak jauh dengan makanan, ririn dengan bulu mata lebat, dan ole dengan cardigan hitam barunya waktu itu. Hmmm.. aku lupa dimana Ayank, Meri dan Camay waktu itu.


Baiklah,, sedikit tentang mereka,
1.Sabrina putri alias Ririn atau In, cewek yang selalu tidak PD dengan berat badan nya yang selalu bertambah menurutnya (menurutku biasa aja lahh) pertama ku kenal dibandingkan ke-4 temanku yang lain. Ku kenal dia ketika kami sama-sama belajar di salah satu Pusat Bimbingan Belajar di Padang dalam rangka persiapan tes SPMB. Kami berada di kelas yang sama, hanya saja jarang sekali bertegur sapa. Waktu itu aku nilai dia adalah cewek pendiam dan tertutup, tapi akan berbeda 180 derajat jika sudah kenal dekat dengan nya (seperti saat ini), dia menjadi cewek blak-blakan dengan suaranya yang cempreng dan banyak tanya.. hihihihi...
Dia sering sekali bertanya tentang berat badannya pada kami “In tambah gapuak yo??” (translate: in tambah gendut ya??), dan dengan wajah tanpa dosa kami menjawab “iyo In, dek a tu In? caliak lah tu haa” (translate: iya In, kok bisa In? Liat tu) dengan gaya kami yang penuh kejujuran, padahal isinya bohong semua. Ha aaa..


 




2.Maidani Fitria Putri alias Camay, dia adalah cewek berkacamata yang punya hidung yang mancung. Dia cewek smart, otaknya encer (mudah-mudahkan g sampai meleleh). Satu hal yang merupakan pembuktian kalau dia pinter adalah Indek prestasinya yang tak pernah di bawah 3,00... Wowww... (tak seperti aku). Kalau berbicara tentang Camay, dia orang yang g banyak omong, hmmm, mungkin kalimat ini lebih tepat untuknya “talk less do more” ha aaaa.. inilah dia



3.Nola Zurman alias Ole, senasib dengan ku, dia punya postur tubuh yang kurus, heheh,, bedanya dia menempatkan kaca di depan matanya, sedangkan aku tidak. Ole yang memiliki pribadi yang ramah dan supel (jangan GR Le) tapi sensitive, hmmmm...
Dia punya kampung halaman yang sangat sangat sangat dingin dengan pemandangan yang mantap!!...
Tengkyu telah bersedia menampung Mela le...




4.Nidya Yang Putri alias Ayank atau Iyai, akan panjang ceritanya kalau berbicara tentang Piak Iyai, dia cewek dengan perawakan manis (harus ku akui,, ha aaa) yang banyak bicara alias cerewet, sering bicara kebalik-balik, tapi baik... hmmmm...
Pernah gara-gara cara bicaranya yang kebalik-balik, dia yang seharusnya waktu itu lagi g akur sama pacarnya, akhirnya jadi baikan.. hmmm, ada baiknya juga ternyata sifat jeleknya itu.
Dia akan sangat gugup dan cemas sekali jika ingin tampil, misalnya pada saat seminar dan ujian skripsinya. Saking cemasnya, tangannya dingin, banyak bertanya, dan begitu gugup. Tapi ku rasa ada yang lebih dari dia kalau bicara soal cemas,..
Piak Iyai inilah dia...




5.Zumeria Putri alias Meri, haaa,, dia paling cerewet (ku akui Mer), dia bisa saja menelpon berjam-jam dengan siapa saja yang dia kenal dengan satu pokok bahasan yang bisa berkembang kemana-mana, tapi itu bukan masalah, aku nyaman dengan itu.
Dia adalah orang yang ku maksud yang lebih cemas dari Ayank. Dia paling takut dengan gempa (kami juga), tapi dia orang yang paling paling paling takut.
Pernah pada 30 September 2009 saat terjadi gempa dengan isu tsunaminya, dia berlari bersama satu orang temannya menuju rumah Ole. Yang terjadi setelah itu adalah, dia sampai di rumah ole sendiri (tanpa tahu temannya kemana) dengan sandal pinjaman tanpa uang, tanpa ponsel dan dengan rambut kriting g jelasnya yang berantakan...
Dialah Meri...




Itulah sedikit seputar mereka dari sudut pandanganku, lebih dan kurangnya silahkan kunjungi facebook mereka,.


Ku rindukan kalian...


Laporan selesai, 20 Desember 2010 13:48 WIB.

siapa suruh cepat-cepat wisuda

Salah satu jagoan (Lia) berkata padaku “siapa suruh cepat-cepat wisuda!”. Setelah ku pikir-pikir ada benarnya juga kata-kata indah itu.


Dulu aja, sibuk sana sini, sini sana mencari celah yang bagus agar bisa wisuda dengan cepat (celah yang dimaksud adalah jalan yang lurus, bukan celah yang menyesatkan!).
Beberapa usaha yang ku lakakukan untuk menggapai kata-kata wisuda yang megah itu adalah sebagai berikut:
1.Mengisi SKS maksimal,
2.Mengikuti perkuliahan yang telah dipertimbangkan dengan penuh tanggung jawab (sedikit banyak sambil ngobrol dengan teman di kelas, sambil sms-an, makan permen dalam hal meredakan kantuk yang tak kunjung hilang, bikin coret-coretan g penting, dan potret sana sini)
3.Mengerjakan tugas yang rajin dengan bantuan menyontek dan kerjar-kejaran karena deadline (berjuta bahkan triliun terima kasih buat semua yang telah membiarkan aku munyontek selama ini),
4.Belajar dengan giat dan bersungguh-sungguh di H-1 pada suatu malam yang sunyi dengan mulut berbusa,
5.Berdo’a kepada Allah SWT,
6.Mengerjakan ujian dengan jujur pada 10 menit pertama, dan tak akan tau apa yang akan terjadi setelah 10 menit itu berlalu, ha aa..
7.Terus berdo’a,
8.Cemas menunggu berita tentang Laporan Hasil Studi (LHS), semoga hasilnya membuat aku tersenyum meskipun gigiku tak rapih.
>> mudah-mudahan emak dan pa2 tak membaca ini semua,,,
Ampuni anakmu ini maaakkk paaa,,,,


sekarang menjadi super sibuk, sibuk nonton tipi, sibuk makan, sibuk tidur,..
Dulu aku akan dengan bangga menjawab jika ada teman dunia maya ku bertanya apa kegiatanku sekarang dengan menjawab “kuliah!”,, sekarang aku bingung jawaban apa yang seharusnya aku berikan. “Pengangguran” OMG, aku tak mungkin menjawab itu meskipun itu kenyataannya (Oh Mela, sadarlah...)
Ahaa, aku dapat ide “pengacara” alias “pengangguran banyak acara”...
Jadi, kalau masih ada yang bertanya apa kegiatan ku sehari-hari, maka akan aku jawab “pengacara” (dengan bangga)..
Mereka memberi tanggapan “waaaww KEREN!!”, ku balas “emang,, ha aaa”


Oleh karena itu teman-teman, berbanggalah jika kamu masih berada di bangku pendidikan saat ini, sebab kamu tak akan bingung untuk menjawab pertanyaan seputar kegiatan sehari-hari mu,
Dan oleh sebab itu juga teman-teman, aku mohon doa kalian semua teman-teman, agar teman mu yang satu ini diberikan pekerjaan yang layak dan pantas untuknya,, (itu inti dari semua ini, haa aaa).. Amin Ya Allah..
Terima kasih,,,

Ada

Ada malah terasa tiada
Hampa bertambah luka
Bimbang ku rasa
Apa akan lebih baik bila ku kosongkan lagi
Biar kembalikan hatiku yang semula
Atau aku tatap saja jam ini
Hingga waktu yang indah itu tiba
Jangan sampai ini adalah sebuah ungkapan penyesalanku
Karna tiba-tiba aku ingin berkata
“mungkin tak akan pernah kosong di antara keramaian ini
Kalau semua ini tak ku jalani”
Oh Mela,
Grow up!!

Wednesday, 17 November 2010

Keluarga


Assalamualikum w w
Setelah sekian lama aku buat blog yang isinya tentu saja sesuai dengan cover depannya yaitu “Tentang Asmela”…. Anda tentu bisa saja menebak isinya adalah semua mengenai si Asmela itu sendiri (kalau masih g bisa nebak, ya sudahlah.. jangan terlalu difikirkan) dan itu adalah aku…

Tapi, aku belum pernah menceritakan tentang orang-orang yang begitu dekat dengan ku, yaitu keluargaku. Ini karena aku sudah jarang bersama mereka beberapa hari terakhir ini, penyebabnya yaitu demi mencapai cita-cita (halah)..

Baiklah, jam di dinding kamarku menunjukkan 18:50 WIB 161110… di saat dimana aku meniliskan blog ini.
Tapi, kenapa aku posting sekarang???
Ya biasalah, g jauh alasannya karena jaringan. Disini di “Kampungku” belum ada sinyal provider yang aku gunakan untuk modemku,, dasar kolot… tapi aku tetap cinta kampungku tersebut… (mela g consist).
Mela yang akan selalu berfikir positif (hehehehe,, kadang-kadang itu hanya dimulut saja) mengambil kesimpulan bahwa beberapa bulan lagi sinyal provider itu pasti ada,,, PASTI!!! *semangat membara*

Eh eh eh… kenapa ceritaya kemana-mana ini…
Oh Mela,, look at the topic!!!

Ehem ehem,, kembali ke to….pik *gaya Tukul 4 mata*
Ku panggil beliau papa,,, Beliau adalah pria berkumis tipis.. (uhuy,,,)
Beliau adalah kepala keluarga, imam, panutan, dan kepala keluarga kami...
Beliau dengan suara merdunya dapat menggetarkan jiwa ku jika beliau Azan di Mushalla di dekat rumah kami,,,, indahnya...
Umur beliau yang sudah tidak dapat dikatakan muda lagi sering membagi pengalaman hidupnya ke kami. Aku tahu maksud beliau (ingin kami belajar dari itu)..
Banyak sekali pengalaman hidup yang beliau ceritakan, mulai dari kenakalan remaja, asmara, hingga agama... dan sering sekali cerita beliau membuat senyum mengembang di wajahku.
Beliau dikenal banyak orang karena sifat beliau yang supel (kenapa itu tak menurun padaku???).
Aku suka melihat beliau tersenyum, tertawa. Aku tak suka melihatnya menangis dan aku belum pernah melihat itu, dan mudah-mudahan aku tak membuatnya menangis.
Maafkan aku papa, jika aku pernah membuatmu bersedih…

Dari kiri ke kanan : Rara dan Papa

Emak, beliau itu ibuku...
Sering orang bertanya, aku tak tahu, itu karena aku adalah anak bungsu yang hanya ikut-ikut saja dengan ketiga kakak di atasku yang memanggil dengan panggilan papa dan emak. Pertanyaan itu adalah “kok panggilannya papa dan emak? Kok bukan papa dan mama atau bapak dan emak??”
Beliau adalah emakku, orang yang melahirkan aku dan surga itu adalah di tapak kaki beliau... (apakah anda pernah berfikir untuk memotong kaki ibu kalian untuk mencuri surga??? Jangan sampai!!!)
Beliau sepertinya adalah wanita pendiam ketika beliau masih remaja,
Beliau adalah orang yang begitu berhati-hati dalam mengambil setiap langkah, beliau tidak banyak bicara, tapi aku tak menganggap beliau tak pedulikan kami,,
Satu hal yang pasti,, beliau sayang kami!!!

Sepertinya sifat pendiam itu menurun padaku,
Kalau aku menilai diriku sendiri, aku adalah orang yang pendiam, tapi itu akan berbeda 180 derajat jika aku sudah kenal dekat dengan seseorang, aku bisa menjadi orang yang sangat cerewet, tertawa lebar, penuh dengan humor (halah....)
Begitu pula anggapanku terhadap emakku..

Dari kiri ke kanan: Aku, Mak dan Ni Emi
 
Hal yang ingin kupersembahkan kepada papa dan mak adalah membuat mereka bangga atas prestasi dan kehidupanku. Aku ingin menebarkan aroma kebahagiaan di wajah mereka... dan meskipun tidak mungkin, aku sangat ingin membalas segala jasanya.
Dan pada dasarnya aku tak ingin dicap sebagai “Mela Kundang” haha

Abang gadang disingkat Bang Dang, itu adalah kakak sulungku..
Hmmmm, orang yang suka sekali memelihara rambut panjang semenjak di bangku kuliahnya adalah ayah gaul dari seorang anak yang bernama Biyu (pernah ku ceritakan pada blog sebelumnya).
Dia pria blak-blakan yang juga punya sifat yang supel (turunan Papa) yang sering sekali menyiksaku ketika aku masih kecil dulu (keciiilll sekali)…
Dia pernah memelukku hingga aku sulit bernafas, tapi dia yang sering dan dengan begitu bangga menandatangani PR ku ketika aku masih di bangku sekolah dasar.
Aku rasa abangku yang satu ini sangat cocok dengan Ni Emi (iparku), karna mereka berdua adalah orang-orang yang sangat suka sekali jalan-jalan. Bahkan sewaktu hamil, Ni mi pernah bilang “Bg, sakik kapalo mi kalau di rumah se”... hahah,, ajaib, biasanya kan orang kalau terlalu lama jalan di luar bikin sakit kepala,, eh ini malah sebaliknya.
Dan sepertinya sifat itu menurun kepada anak mereka Biyu..

Aku dan B'Dank

Abang ketek disingkat Bang Tek,
Pria yang memelihari janggut tipis di dagunya adalah kakak ku yang no 2, dia itu dikenal pendiam (sama halnya denganku), tapi tentu saja berbeda dengan ku. Aku percaya kalau diamnya adalah emas, kalau aku diam karena bego’ (hehe)..
Dia memang tidak banyak bicara, namun jika sekali terlontar kata dari bibirnya, maka kita akan tertawa.. penuh humor, itu lah dia.
Berbeda dengan kakakku yang pertama, dia paling tidak suka menandatangai PR SD ku. Padahal dia sering mengajariku menyelesaikan PR-PR tersebut.
Kata bu guru dan pak guru saat ku SD “PR nya harus ditandatangani oleh wali yang mengajarkanmu menyelesaikan PR itu ya….” Lalu dengan wajah lugu dan polos kami serentak menjawab “yaa,, buk” (ahhh, jadi teringat masa itu *ngelamun*).
Tapi abangku yang satu ini jarang sekali mau menandatanganinya (kecuali terpaksa). Dia selalu bilang “tanda tangan sama papa, mak atau abg aja".

B'Tek

Selanjutnya adalah uni.. alias U, “u” maksudnya bukan “you”, tapi hanya “u” dalam bahasa Indonesia.
Dia adalah perempuan penyabar yang dianugerahi anak yang begitu cantik dan punya suara melengking yaitu Rara (pernah ku cerita pada blog sebelumnya). Serta seorang suami yang baik (Bg Son,, jaga uni ku yaa).
U bukannya hanya sekedar uni bagiku, dia juga adalah sahabat bagiku, aku lebih suka bercerita segala sesuatu yang terjadi padaku setiap harinya kepadanya, mungkin karena ami sama-sama perempuan.
Dia orang yang disana-sini punya banyak kenalan, ceritanya ketika aku pergi jalan berdua dengan nya, pasti selalu banyak orang yang menyapanya… (tak seperti aku orang yang begitu kuper,, heheh, maklum gadis pemalu,,)
U, kurindukan kamu...

aku dan U

Dan yang paling bungsu adalah aku,,
Hohoho...

Nenek yang ku panggil Nina, beliau yang mengasuhku ketika kedua orangtua ku berangkat bekerja, beserta Alm kakek alias Nakek,..
Heheheh, aku ne orang yang durhaka kepada nenek, kenapa ku bilang begitu, karena aku sering sekali tak mendengarkan apa kata beliau,,
Hehe, biasalah kalau udah tua kan kebanyakan yang cerewet dan banyak pintak,, tapi aku tak kan tahu bagaimna aku kalau sudah tua dan jadi nenek-nenek nantinya..
Maapkan cucumu yang keras kepala dan tak bias diatur ini ya Nina...

Nina

Kalau berbicara tentang keluarga, akan lebih banyak lagi keluarga yang tidak dapat aku ceritakan semuanya..
Dan tentu saja kita semua adalah keluarga, karena kita adalah anak cucu Adam.

Dari kiri ke kanan: B'Tek, B'Dang, U, dan Aku

Biyu dan Rara

Begitulah tentang keluargaku..

Monday, 8 November 2010

Kecewa.... puahhhh...

huft,,,,
*hela napas*

beberapa hari terakhir ini diisi dengan kekecewaan...
apa aku ini udah kena kutuk kali ya...
prasaan oktober kemaren ku sebut sebagai oktober kelabu,
eh ternyata november jg kelihatan gelap sekarang...

motto be (+) mulai memudar (bukan maksud ngapus)...

benar-benar pengen treakkkk....
nangis2... sampai nangis2 darah (halah lebay).
tapi aku takut disangkain orang gila,
karna RSJ terdekat membuka leber-lebar pintu untuk menerima pasien baru...

ku buat list hal-hal apa saja yang membuat aku kecewa, tapi mungkin lebih dari itu...
1. lamaran kerja yang g kunjung direspon,
2. susahnya nyari kerjaan, pergi ke pos yang jauh hanya untuk liat lowongan kerja, tp g da yang cocok,
3. hp yang rusak,
4. perbaikan hp yang janjinya hanya 3 hari menjadi 1 bulan,
5. atm yang udah diblockir,
6. beasiswa g dapet,
7. buka REK baru di salah satu BANK di Indonesia malah g memenuhi syarat...

huft.....

kata orang, ambil positifnya aja,,,
*lagi mikir sambil bongkar2 kardus menemukan positifnya*

cobaan mel, cobaan,,
istiqfar,,,
keep fighting mel...
Chayoooo!! FIGHTING!!!